Tampilkan postingan dengan label fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fauna. Tampilkan semua postingan
Dukungan dan promosi Komodo untuk menjadi pemenang New7Wonders semakin banyak dimana-mana. Namun disamping itu, ternyata ada species lain yang ada didunia yang terancam kepunahan, atau malah sudah punah? Apakah hal serupa (dukungan terhadap Komdo) dapat juga mendukung species yang lainnya agar tidak punah? Bahkan beberapa species ini berada di Indonesia.
| Bayi orangutan dan induknya ini diambil di Tanjung Hanau, Kalimantan Tengah, Indonesia |
| Lumba-lumba Irrawaddy atau lumba-lumba Mekong berenang di sungai desa Kampi, provinsi Kratie, 230 km timur laut Kamboja, 25 Maret 2007 |
| Badak hitam Afrika Timur dan anaknya berjalan di taman Serengeti, Tanzania, 21 Mei 2010 |
Beruang kutub 'Rasputin' berenang di taman akuatik Marineland di Antibes, tenggara Prancis, 8 Mei 2010 |
| Leopard salju berusia dua bulan, Kailash, berdiri dekat ibunya Dschamilja di kebun binatang Zurich, 21 Juli 2010 |
| Seekor Pygmy Marmoset (Callithrix pygmaea) di pusat penyelamatan dan rehabilitas primata di dekat Santiago, Chile, 3 Agustus 2010. Pygmy Marmoset adalah monyet terkecil di dunia |
| Bayi Tasmanian Devil jantan sedang diperiksa kesehatannya di kebun binatang Taronga, Sydney, 22 Oktober 2009 |
| Seekor bison berdiri di padang rumput "El Uno", Janos, sekitar 230 km dari Ciudad Juarez, 5 September 2011 |
| Beruang grizzly di St-Felicien Wildlife Zoo di St-Felicien, Quebec 24 September 2008 |
sumber : yahoo.com
Burung terbang sudah biasa, melihat ikan terbang juga sudah biasa. Namun kali ini ada Badak terbang. Jangan heran dulu, badak ini seperti badak kebanyakan dan tidak memiliki sayap. Tapi hewan besar ini terbang karena adanya suatu kegiatan keamanan bagi sang badak tersebut.
Seekor badak hitam Afrika diangkut ke habitat barunya menggunakan helikopter. Matanya tertutup, pergelangan kakinya diikat dan dikaitkan ke helikopter, dan badak ini dalam kondisi tertidur. Badak hitam Afrika ini sengaja dipindahkan ke lokasi rahasia demi perlindungan.
Berikut photo-photo yang bisa diinformasikan melalui laman Yahoo!.
artikel & photo sumber : id.berita.yahoo.com
Manusia garuk-garuk kepala saat bingung sudah biasa dilihat.
Hewan berbulu juga ada yang terkadang melakukannya. Tapi bagaimana kalau aktivitas seperti itu dilakukan serangga?
Ya, fenomena unik dan tidak biasa ini tidak sengaja terekam dalam kamera seorang fotografer amatir, Matt Cole yang sedang mengambil gambar di Lount Nature Reserve, Leicestershire, Inggris.
Seperti di dalam gambar yang dimuat di Daily Mail, seekor belalang yang sedang hinggap di atas sejenis bunga berwarna ungu yang dikenal dengan nama Devil’s-bit Scabious terlihat mengangkat sebelah kaki depannya.
Matt yang berasal dari Ashby de la Zouch, Inggris mengatakan bahwa dirinya merekam kejadian tersebut secara tidak sengaja saat ia sedang mencari serangga sebagai objek fotografi hari itu.
Ketika ia melihat belalang itu, ia tertarik dan mengikuti serangga pelompat itu sampai hewan ini hinggap di bunga yang memiliki nama ilmiah Succisa pratensis itu.
“Anda bisa berkreasi dengan teknik dan komposisi tetapi terkadang Anda juga membutuhkan sedikit keberuntungan untuk mendapat gambar yang luar biasa,” kata Matt.
sumber : kolom-inspirasi
Komodo
Pulau Komodo menjadi jagoan Indonesia dalam ajang tujuh keajaiban alam baru dunia atau New7Wonders of nature. Pulau di Nusa Tenggara Timur itu adalah habitat asli Komodo.
Sejarah mencatat, hewan dijuluki 'dinosaurus terakhir di muka bumi'. Keberadaannya baru dikenal luas pada tahun 1910. Kala itu kolonial Belanda mendengar kisah rakyat soal 'buaya yang hidup di darat'. Beberapa tahun kemudian, sebuah makalah ilmiah terbit, mengidentifikasi Komodo sebagai kadal monitor. Nama latin Varanus komodoensis pun disematkan padanya. Mulai 1915, Pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk melindungi hewan langka itu.
Tak hanya unik, biawak Komodo ini telah lama menjadi obyek penelitian banyak ilmuwan. Satu persatu para ilmuwan menguak misteri Komodo. Berikut hasil penelitian ilmuwan tentang Komodo:
1. Asal usul Komodo
Meski habitat aslinya di NTT, penelitian ahli pada tahun 2009 menyimpulkan, Komodo ternyata bukan hewan asli Indonesia. Ahli palaeontologi dan arkeologi dari Australia, Malaysia, dan Indonesia membuktikan tulang Komodo sama dengan tiga fosil hewan yang ditemukan di Queensland. Itu memperkuat teori bahwa Australia adalah tempat evolusi Komodo.
Fosil yang ditemukan di Queensland menunjukan bahwa Komodo berasal dari Australia empat juta tahun yang lalu dan bertahan kira-kira hingga 300.000 tahun lalu. Para peneliti juga menemukan bahwa Komodo menyebar ke sejumlah wilayah, kemudian sampai di Pulau Flores sekitar 900.000 tahun lalu -- rumah terbaik bagi hewan itu.
Sementara di tempat asalnya, Australia, Komodo punah 50.000 tahun lalu -- bertepatan dengan saat manusia tiba di Australia. Komodo juga menghilang dan punah di beberapa pulau lain di Indonesia, kecuali Flores.
2. Bisa melahirkan dalam kondisi perawan
Perempuan mungkin bisa hidup tanpa laki-laki, ini setidaknya berlaku untuk Komodo. Biawak raksasa betina bisa menghasilkan bayi tanpa pembuahan jantan. Flora, Komodo yang tinggal di Chester Zoo, London menjadi buktinya. Pada 2006 lalu, ia melahirkan delapan telur Komodo. Melalui proses partenogenesis - reproduksi aseksual tanpa pembuahan, dalam keadaan perawan.
Kejadian di kebun binatang London itu adalah kali pertamanya partenogenesis pada Komodo yang tercatat terjadi di dunia. Ilmuwan menguak reproduksi Komodo bisa dilakukan dengan dua cara: seksual atau aseksual, tergantung pada kondisi lingkungan mereka. Di kebun binatang, biasanya Komodo betina ditempatkan terlisah dari yang lain.
3. Misteri gigitan mematikan Komodo
Meski berbadan besar - bisa mencapai 3 meter, gigitan Komodo termasuk lembek. Namun, entah bagaimana, kadal raksasa itu bisa memangsa hewan besar, seperti kerbau misalnya.
Apa rahasia gigitan Komodo?
Ahli biologi dari University of New South Wales, Australia menemukan, dalam mulut Komodo terdapat beberapa lusin gigi setajam silet.
Gigi runcing itu dikombinasikan dengan otot kuat di lehernya yang gemuk. "Kombinasi teknik makan cerdas dan tajamnya gigi, memungkinkan gigitannya bisa berakibat mematikan," kata ahli biologi, Stephen Wroe.
Untuk menguak misteri gigitan Komodo, para ahli membangun sebuah model kepala dan tenggorokan hewan itu dengan perangkat lunak. Rahang Komodo boleh saja lemah, tapi 100 juta tahun evolusi telah memberinya senjata yang ampuh.
"Komodo punya teknik makan yang unik, terus menerus menarik makanannya." Ia menangkap mangsanya dan menghujamkan 60 gigi tajam. Menutupi kekurangan gigitan yang lemah, otot tenggorokannya yang kuat akan menarik mangsa masuk ke perut." Komodo akan menelan utuh-utuh mangsanya dan memuntahkan sisa-sisa yang tak dapat ia cerna: rambut dan sebagian tulang.
4. Di balik air liur Komodo yang mematikan
Selain keunikan teknik makannya, Komodo juga memiliki senjata lain untuk melumpuhkan mangsanya: air liur. Meski seekor hewan bisa lolos dari serangan Komodo, ia segera melemah dan akhirnya mati. Untuk jangka waktu yang lama, peneliti menduga, bakteri di air liur hewan itu bertanggung jawab menimbulkan luka infeksi yang parah pada korbannya. Bakteri itu meracuni darah korban.
Namun, dugaan itu terbantahkan pada tahun 2005 lalu. "Adanya bakteri dalam air liur Komodo atelah menjadi dongeng ilmiah," kata Bryan Fry, peneliti racun di University of Melbourne, Australia. Fry dan timnya mempelajari susunan biokimia dalam air liur Komodo. Mereka menemukan, racun tersebut bisa dengan cepat menurunkan tekanan darah, mempercepat hilangnya darah, dan membuat korban menjadi syok -- hingga tak berdaya melawan.
Para ilmuwan menemukan, apa yang terkandung dalam liur Komodo serupa dengan racun yang dimiliki ular paling berbisa yang hidup di pedalaman Taipan, Australia. Sementara para rekannya takjub dengan penemuan ini, Fry mengaku tak heran. Sebab, penelitian yang pernah ia lakukan sebelumnya menemukan, sejumlah spesies kadal -- seperti Iguana, kadal tak berkaki, dan kadal monitor juga memiliki bisa.
Sumber : kaskus.us
